Sinopsis Cansu Hazal 2 Episode 45 – Minggu 7 Agustus

dalam Cansu Hazal 2

Sinopsis Cansu Hazal 2 Episode 45 - Minggu 7 Agustus

Zeyneb dan Ozan telah pulang kembali ke rumah dari membawa Cemre ke dokter. Mereka bersyukur Cemre gak cedera parah, Zeyneb mengucapkan terima kasih pada Ozan. Ozan hendak pamit namun Cemre memeluknya dan melarangnya pergi. Zeyneb pun membujuk Cemre dan membawanya ke kamar.

Cagatay menelpon Harun dan melaporkan hasil kunjungannya sambil membuka laptop Harun untuk mengecek CCTV di rumah Candan, harun sendiri sedang berada di toko bunga. Sementara di rumah Candan ada seseorang yang memutus saluran kabel CCTV hingga Cagatay gak bisa melihat apapun pada layar laptopnya, Cagatay melaporkannya pada Harun dan Harun menyuruhnya pergi ke rumah Candan untuk memeriksa. Harun lantas menerima buket bunga yang dipesannya.

Lelaki yang memutus saluran CCTV dirumah Candan menemui Yildirim yang sedang berada di  obil bersama Candan, ia melpaorkan hasil pekerjaannya. Yildirim pun menyuruhnya untuk segera pergi.

Cansu sedang memasak bersama Gulseren di dapur, mereka masih membicarakan tentang Cihan. Kemudian pintu rumah ada yang mengetuk dan ternyata Ozkan yang datang membawakan makanan. Ozkan pun masuk ke dalam rumah bergabung dengan Cansu dan Gulseren.

Cihan mengendarai mobilnya ke suatu tempat. Sementara Ozkan dan Gulseren sedang menyiapkan makan malam di meja makan, Cansu pun ikut membantu. Ozkan juga menceritakan tentang pekerjaan yag ia dapatkan. Mereka terus mengobrol sambil menikmati makan malam.

Ozan dan Zeyneb membawa Cemre yang telah tertidur di gendongan Ozan ke kamar, lalu mereka kembali ke ruang tamu dan mengobrol,  Ozan lantas mengungkapkan perasaan sukanya pada Zeyneb dan Zeyneb menerimanya. Ketika Ozan akan menciumnya, Zeyneb menyadarkan dan kemudian pergi ke kamar Cemre dengan gembira.

Sinopsis Cansu & Hazal 2 Episode 45 Tayang Minggu, 07 Agustus 2016

Cansu, Ozkan dan Gulseren masih menikmati makan malam mereka dengan bercanda2. Cansu menanyakan Keriman dan Ozkan mulai menggerutu membicarakan Keriman. Makan malam selesai dan mereka membereskannya. Di luar apartemen, Cihan sedang memarkir mobilnya dan bergegas turun lalu naik ke apartemen Gulseren sambil membawakan bunga. Saat hampir mencapai rumah Gulseren, Cihan mendengar tawa kebahagian Cansu, Ozkan dan Gulseren yang sedang berada di dapur. Cihan pun membuang bunganya dan mengetuk pintu, Cansu membukakan pintu dan terkejut mendapati ayahnya, Ozkan dan Gulseren muncul. Cihan mengatakan sesuatu pada Ozkan dan Gulseren membela Ozkan. Beitu juga dengan Cansu namun Cihan sepertinya gak senang dengan kehadiran Ozkan.

Zeyneb kembali menemui Ozan, lalu Dilara menelpon Ozan dan Ozan terkejut mendengar nada suara ibunya yang lemah, Dilara mengatakan sesuatu lalu menutup telponnya. Ozan pun menelpon Cihan dan mengatakan kondisi ibunya dengan panik. Usai menutup telepon, Cihan langsung bergegas pergi. Cansu mengikutinya karena ia sempat mendengar tentang sesuatu mengenai Dilara.

Gulseren membereskan piring2 dan Ozkan berusaha membantunya namun Gulseren membentaknya, akhirn ya Ozkan pun pamit pergi. Gulseren dengan gak enak hati menemuinya dan mengatakan sesuatu. Ozkan pun pulang dan diluar pintu ia menemukan buket bunga yang dibuang oleh Cihan tadi. Sementara Gulseren mencuci piring2 dengan kesal, kemudian ia membanting piring2 terseb ut dan menangis.

Yildirim dan Candan memasuki sebuah apartemen yang akan ditempati oleh Candan. Lalu Candan mengatakan sesuatu yang membuat Yildirim salah tingkah. Yildirim mengalihkan pembicaraan dengan gugup. Candan hanya memandanginya. Yildirim hendak pamit pergi namun candan mencegahnya, ia mengatakan sesuatu pada Yildirim, tiba2 ponsel Yildirim berbunyi dan ia mendapat kabar yang mengharuskan ia segera pergi.
Cansu bergegas masuk ke dalam rumah dan menuju kamar Dilara. Cihan sedang mengumpulkan sopir dan pembantunya lalu menanyakan sesuatu. Kemudian Cansu, Ozan dan Cihan masuk ke ruang kerja, ponsel Cihan berbunyi. Yildirim memberikan kabar pada CIhan. Usai menutup telepon, Ozan, Cansu dan Cihan kembali membicarakan Dilara dan Harun.

Harun sedang merenung dan sudah mempersiapkan makan malam. ia menghubungi Dilara namun ponsel Dilara sedang gak aktif. Harun pun dengan sabar menunggu berjam jam.

Keriman sedang bercanda bersama Can, Ozkan datang dan langsung menggendong Can. Keriman mengajaknya berbicara. Ozkan membicarakan tentang Gulseren. Sementara itu Hazal sedang berdandan sambil menelepon Seyda. Dan Cihan masih mengobrol bersama kedua anaknya. Emine datang mengatakan sesuatu, kemudian Ozan menerima panggilan telepon namun Ozan gak menerimanya.

Dilara mengendarai mobilnya dengan perlahan dan berhenti pada sebuah rumah. ia menurunkan kopernya dan masuk ke dalam rumah tersebut. Dilara mengetuk pintu dan begitu dibuka oleh seorang wanita tua yang dipanggil Nana oleh Dilara, Dilara langsung memeluknya.
Nana memberikan hidangan pada Dilara. Lalu Dilara mengajaknya mengobrol. Sementara itu Hazal dan Seyda telah berada di sebuah klun malam. Seyda terlihat bosan. Ada 3 orang lelaki nyang memandangi mereka lalu salah satunya mendekati Hazal dan menyapa, mereka pun mengobrol, lalu lelaki itu memanggil kedua temannya sambil mengambawa minuman, Seyda mengomel pada Hazal dan pergi meninggalkannya.

Baca Juga  Sinopsis Cansu Hazal Season 2 Episode 69

Dilara kemudian menceritakan sesuatu dengan sedih pada Nana , ia juga mengatakan jika ia sedang hamil.Nana  mencoba menenagkan Dilara, sementara Hazal mulai meminum banyak minuman hingga mabuk, lelaki yang bersamanya berusaha menyentuhnya namun Hazal masih sadar dan langsung memukul kepala lelaki itu denagn botol minuman, ia memaki2 lelakin tersebut.

Tak lama kemudian Hazal sudah berada di kantor polisi, seorang polisi wanita menyuruhnya menelpon keluarganya dan Hazal menelpon Gulseren sambil menangis. Gulseren mendengarkan penjelasan Hazal lalu ia menyuruh Hazal meminta tolong pada ayahnya. Hazal pun menutup telepon dengan menangis. Gulseren lalu menghubungi Cihan dan mengatakan apa yang terjadi pada Hazal.

Sinopsis Cansu & Hazal 2 Episode 45

Cihan sedang membuat kopi di dapur, ia mendengar ada suara2 di luar. Candan dengan perlahan mengambil pisau dan berjalan melihat situasi. Ketika tak menemukan apa2, ia segera menelpon Yildirim dan mengatakan keadaannya dengan ketakutan. Yildirim memintanya untuk tenang.

Gulseren sedang duduk sendirian dan melamun sambil menangis. Hazal sendiri berada diruangan Kepala Polisi, Cihan masuk dan menyuruhnya menunggunya diluar. Saat Hazal sudah keluar, Kepala Polisi menjelaskan apa yang sudah dilakukan Hazal. Tak lama kemudian Cihan pamit pergi. ia menemui Hazal yang duduk di luar. Kerika melihat ayahnya, Hazal berusaha menjelaskan sesuatu namun Cihan mengajaknya pulang. Sesampainya di apartemen, Cihan memerintahkan Hazmy untuk menjaga Hazal. Lalu ia menemui Hazal dan memarahinya. Hazal hanya bisa terdiam. Tiap ia mencoba membela diri, Cihan membentaknya menyuruh untuk diam.

Candan masih terlihat ketakutan dan saat Yildirim datamg, ia segera memeluknya dan mengatakan sesuatu tentang ketakutannya. Lalu sepertinya Candan meminta Yildirim untuk menemaninya malam itu.

Nana yang bersama Dilara mengantarkannya ke kamar, Dilara kembali mengajaknya berbicara untukm menenangkan perasaannya.

Pagi harinya Dilara terbangun dan tersadar ia sedang berada gak dalam kamarnya, ia lalu bangun dan menemui Nana yang sedang menyiapkan sarapan pagi untuknya. Dilara lalu mencoba menghubungi Cansu. Cansu sendiri tertidur di ruang kerja bersama Ozan. Cansu menerima telepon ibunya dan menanyakan keberadaannya. Dilara berkata jika ia baik2 saja.

Cansu menelpon Deniz dan mengatakan sesuatu namun Deniz menanggapinya dengan ogah2an. Tak beberapa lama Deniz hendak pergi menemui Cansu, ibunya bertanya dan terlihat gak suka dengan kepergian  Deniz menemui Cansu namun ia menitipkan salam untuk Cansu.

Deniz mendatangi rumah Cansu, Cansu langsung memeluknya dan mengajaknya bergabung di meja makan bersama Ozan tang terlihat gak menyukai kehadiran Deniz. Lalu Rahmi muncul dan terkejut melihat kehadiran Deniz. Ozan lalu mengajak Rahmi ikut sarapan namun Rahmi menolak dan memberikan alasan. Rahmi keluar sambil memikirkan sesuatu. Ozan pun memulai sarapannya dengan malas.

Rahmi keluar dari rumah dan menelpon ibu Deniz, ia memperingatkannya sekali lagi dan memintanya menemuinya di rumahnya. Usai menerima telpon Rahmi, Ibu Deniz nampak cemas. Sementara itu Hazal terlihat kesal dikurung di rumah oleh ayahnya, Seyda menelpon dan sepertinya mengajaknya untuk pergi namun Hazal menolak dan membohongi Seyda.

Keriman sedang bekerja di ruah Rahmi sambil menelpon Hacer yang sedang menjaga Can. Rahmi datang dan Keriman segera menghentikan telponnya. Rahmi meminta Keriman membersihkan kamarnya dan Keriman melanjutkan obrolannya bersama Hacer sambil menaiki tangga.

Ibu Deniz datang ke rumah Rahmi. Mereka membicarakan masalah mereka yang juga menyangkut Cansu juga Deniz. Keriman mendengarkan pembicaraan mereka.

Deniz berada di ruang keluarga dan saling berdiam diri bersama Ozan. Cansu datang membawakan minuman untuk Deniz. Ozan pun tertawa sinis. Sementara itu Nanayang bersama Dilara sedang menelpon Ozan dan menceritakan tentang ibunya, lalu ozan ingin berbicara pada ibunya dan Nanatersebut memberikan ponselnya pada Dilara dan mereka mengobrol. Ozan membicarakan Cansu yang sedang bersantai bersama Deniz.

Cansu sendiri sedang menunjukkan album foto keluarganya pada Deniz. Deniz terus memandangi Ozan yang tengah menelpon. Usai menelpon Ozan mendatangi Cansu dan mengajaknya berbicara berdua. Cansu pun pergi mengikuti Ozan ke dapur. Deniz merasa tak enak hati.

Di dapur, Ozan mengatakan sesuatu pada Cansu dengan sedikit emosi. Ozan menceritakan keadaan keluarganya dan meminta Cansu untuk mengerti. Sementara itu Deniz sepertinya paham apa yang dibicarakan Ozan bersama Cansu, diapun bergegas pergi. Seyma melihat kepergian Deniz.

Baca Juga  Sinopsis Cansu Hazal 2 Selasa 20 September - Episode 89

Ozan masih memberi pengertian pada cansu dan setelah itu ia meminta Cansu pergi menemui Deniz. Sesampainya di ruang keluarga, Cansu gak melihat keberadaan Deniz dan bertanya pada Seyma yang sedang membereskan meja. Cansu pun ,enelpon Deniz namun Deniz gak mau menerima panggilannya. Cansu lalu marah pada Ozan dan pergi meninggalkannya.

Cihan menelpon Yildirim yang sedang bersama Candan. Cihan masuk kamar Dilara dan memeriksa laci2 meja riasnya. Lalu Cihan menemukan foto USG Dilara dan ia pun terdiam tak menghiraukan Yildirim yang memanggil2nya di telepon. Cihan menatap foto tersebut sambil memikirkan sesuatu.

Cihan terus memandangi foto tersebut. Yildirim terus memanggilnya dan Cihan tersadar, ia kembali berbicara pada Yildirim sebentar kemudian menutup telponnya. Cihan terduduk dengan lemas sambil memandangi foto USG tersebut, ia yeringat perkataan Dilara saat bertengkar dengannya kemarin.

Candan sendiri bertanya pada Yildirim apa yang terjadi pada Cihan, namun Yildirimm juga merasa bingung. Yildirim hendak pergi namun Candan menahannya dan keduanya kembali bergumul.

Ozan sendiri membujuk Cansu untuk membuka pintu kamarnya namun Cansu menyuruhnya pergi. Sementara Cihan kemudian keluar dari kamar dan bergegas pergi. Ozan melihatnya dan mengejar ayahnya. Cihan menagtakan sesuatu pada Ozan lalu bergegas pergi.

Gulseren sedang tiduran di sofa. Lalu ia bangun dan mengambil ponselnya yang masih memajang foto Cihan. Sedangkan Cihan nampak mengendarai mobilnya menuju suatu tempat. Gulseren sendiri sedang menyiapkan sarapannya, lalu ponselnya berbunyi. Deriya menelponnya dan mengabarkan sesuatu mengenai suaminya. Usai menutup telepon, Gulseren terlihat menangis sedih, ia teringat saat Cihan melamarnya. Gulseren juga pergi ke kamar hazal dan memandangi kamar tersebut sambil meneteskan air mata. ia mengambil jaket Hazal dan menciumnya sambil mengatakan sesuatu.

Cihan masih dalam perjalanan, sedangkan Gulseren memakai sepatu dan jaketnya lalu keluar rumah. ia berjalan di antara kerumunan orang2 sambil mengingat kebersamaannya bersama Cihan. Tak beberapa lama Gulseren tiba di tempat kerja nya dan memulai pekerjaannya serta membereskan ruangannya yang nampak acak2an. Cikden muncul dan menghampiri Gulseren, ia meminta Gulseren untuk beristirahat.

Hazal sedang berbicara di telpon dengan Seyda, lalu Hazal keluar dan Hazmy menanyakannya. Hazmy melarangnya keluar karena perintah Cihan, ia lantas menelpon Cihan dan berkata Hazal ingin berbicara. Hazal mengatakan sesuatu pada Cihan namun Cihan sepertinya melarangnya keluar dan mengomelinya. Lalu ia meminta memberikan ponselnya pada Hazmy. Hazal dengan geram lantas menutup pintu. ia langsung menelpon Gulseren dan menceritakan tentang sikap Cihan yang melarangnya keluar. Gulseren malah mengomelinya lalu menutup telponnya. Hazal terlihat makin kesal.

Sinopsis Cansu & Hazal 2 Episode 45 ANTV

Keriman sedang menyiapkan minuman untuk Rahmi dan Swat yang sedang bermain dadu. ia lalu menghidangkannya dan ikut nimbrung bersama Rahmi dan Swat. Rahmi lalu menyuruh Keriman kembali bekerja. Keriman kemudian mengambil pisau dan memainkannya. Swat melihat dan mengatakannya pada Rahmi yang langsung mengomelinya. Keriman lalu kembali bekerja dengan bertingkah ajaib.

Ozkan mengobrol bersama Engin di bengkel. Mereka membicarakan tentang Gulseren dan Cihan, mereka pun pada akhirnya berdebat. Kemudian Engin menerima telepon dan setelah itu ia menyiapkan peralatannya.

Cihan masih dalam perjalanan sementara Gulseren tampak duduk di bangku tep laut sambil memndangi cincin pemberian Cihan. ia lalu menelpon Cihan yang ternyata sudah sampai di rumah dimana Dilara menginap. Gulseren mencoba mengatakan sesuatu  namun Cihan menyelanya. Gulseren pun menutup telepon. Dilara menyambut Cihan dan menyuruhnya masuk ke dalam.

Cihan menemui Nana dan Nana berkata akan menyiapkan kopi untuknya.Cihan lalu mengobrol dengan Dilara.  Sedangkan Gulseren sedang menunggu bus, ia lalu melihat pasangan yang sedang bertengkar dan si lelaki kemudian menampar si wanita. Gulseren pun menghampirinya dan melindungi wanita tersebut. Si lelaki masih saja ingin menyakiti wanita itu. Gulseren pun memaki lelaki tersebut. Lelaki tadi masih berusaha menyakiti sang wanita, ia mengeluarkan pisau dan menusuknya. Gulseren pun merebut pisau tadi dan berusaha menyerangnya. Polisi lalu datang dan membawa mereka berdua ke kantor polisi.

Nana menghidangkan minuman dan meminta Cihan menikmatinya. Tak lama kemudian ia pergi untuk membiarkan Cihan berbicara berdua dengan Dilara. Cihan kembali mengobrol dengan Dilara.

Baca selengkapnya:

Sinopsis Cansu Hazal 2 Minggu 2 Oktober – Episode 101
Sinopsis Cansu Hazal 2 Minggu 2 Oktober – Episode 101
Sinopsis Cansu Hazal 2 Minggu 2 Oktober
Sinopsis Cansu Hazal 2 Sabtu 1 Oktober – Episode 100
Sinopsis Cansu Hazal 2 Sabtu 1 Oktober – Episode 100
Sinopsis Cansu Hazal 2 Sabtu 1 Oktober
Sinopsis Cansu Hazal Season 2 Episode 97
Sinopsis Cansu Hazal Season 2 Episode 97
Sinopsis Cansu Hazal Season 2 Episode 97.
Sinopsis Cansu Hazal Season 2 Episode 96
Sinopsis Cansu Hazal Season 2 Episode 96
Sinopsis Cansu Hazal Season 2 Episode 96.
Baca juga×

Top