Sinopsis Uttaran Terakhir Di Antv Minggu 18 September Part 1

Sinopsis Uttaran Terakhir di Antv Minggu 18 September Part 1

Sinopsis Uttaran Terakhir di Antv Minggu 18 September Part 1. Khana sedang bicara melalui telfon.

Khana : Apa? Guru Ma sudah tiada?

Khana kemudian mematikan telfon dan mengambil pistol dari laci mobilnya.

Khana : Kuharap pistol ini gak dibutuhkan, tapi aku akan menggunakannya jika terpaksa.

Khana turun dari mobilnya.

Akash melihat Khana di loby rumah sakit.

Akash : Selamat atas kebebasanmu tapi menjauhlah dari keluargaku.

Khana : Hahahaha. gak sulit bagiku untuk bebas dari penjara.

Akash : Sebaiknya kau menjauh dariku. Semakin kau menjauh dariku, semakin baik. Aku pasti akan mengirimmu dan Guru Ma ke penjara!

Nandini menguping pembicaraan mereka.

Khana tersenyum.

Khana : Guru Ma sudah mati.

Nandini terkejut mendengarnya.

Khana : Aku gak mudah mati. Dengarkan aku baik2, pergi ke kantor polisi dan katakan bahwa flashdisk itu palsu.

Akash : Jika tidak? Apakah kau akan membunuhku?

Khana : Tidak. Ada banyak cara untuk membunuh seseorang. Serang anggota keluarganya, maka tugasmu akan menjadi lebih mudah.

Akash merasa marah mendengar gertakan Khana, ia hampir melayangkan tinjunya kearah Khana. Seorang perawat menghampiri Akash.

Perawat : Tuan, tolong secepatnya beri obat kepada Rani. Kami harus memberikannya suntikan.

Khana memegang lengan Akash dan mencium kepalan tangannya.

Khana : Pergilah.

Akash : Menjauh dari keluargaku!

Akash kembali ke kamar Rani.

Nandini menyusul Khana yang berjalan meninggalkan rumah sakit.

Nandini : Khana! Menjauhlah dari Akash dan keluarganya! Aku bisa mengorbankan nyawaku demi mereka.

Khana : Hei Chameli, selama ini kau yang memintaku untuk menghancurkan keluarga Akash. Apa yang terjadi padamu secara tiba2?

Nandini : Chameli sudah mati, orang yang berdiri dihadapanmu ini adalah Nandini. Aku gak akan memaafkanmu jika kau mencoba menyakiti Akash atau keluarganya!! Khana menarik lengan Nandini dengan kasar.

Khana : Aku bersumpah akan membunuh Akash tepat dihadapanmu! Kau gak akan bisa melakukan apapun.

Akash menaruh obat Rani diatas meja dan memandangi Rani sejenak. Akash termenung mengingat ancaman Khana.

Meethi : Akash, ada apa?

Akash : Aku baru saja bertemu dengan Khana.

Meethi : Khana? Khana ada di rumah sakit ini?

Akash : ia datang untuk mengancamku agar merubah pernyataanku atau ia akan mencari masalah dengan keluarga kita.

Meethi : ia gak bisa dipercaya. ia bisa melakukan apapun, kita harus melakukan sesuatu. Dimana Nandini?

Akash : Aku melihatnya sedang menguping pembicaraan kami tadi. Mungkin ia ingin bicara dengan Khana, ia adlh temannya.

Meethi : Tolong bawa Nandini kemari. Semoga Khana gak menyakitinya. Berjanjilah kau akan membawanya kemari. Aku yang akan menjaga Rani, tolong bawa Nandini kembali.

Khana berusaha berkompromi dengan Nandini.

Khana : Ikutlah denganku pulang ke rumah. Kita sama-sama merencanakan bagaimana cara utk menghancurkan keluarga Akash. Kau akan menjadi ratu di rumahku.

Nandini : Aku bukan Chameli lagi!Menjauhlah dari Akash dan keluarganya atau aku gak akan memaafkanmu!

Khana menjambak rambut Nandini dari belakang, Nandini lalu meludahinya. Kesabaran Khana sudah habis, Akash datang dan menahan tangan Khana tepat sebelum Khana hendak menampar Nandini.

Akash : Nandini, masuklah kedalam.

Nandini menuruti perintah Akash.

Akash : Sudah kubilang menjauhlah dari keluargaku tapi sepertinya kau gak mengerti dengan ucapanku. Akan aku jelaskan kepadamu saat ini juga.

Akash melayangkan sebuah pukulan kewajah Khana. Nandini berbalik & melihat Akash menghajar Khana.

Nandini : Akash!!

Khana terus dipukuli tanpa melawan, Akash pun menghentikan pukulannya saat melihat Khana sudah gak berdaya.

Khana mengeluarkan pistol ketika Akash berjalan menuju rumah sakit.

Nandini : Akash!!

Akash berbalik mendengar teriakan Nandini. Beruntung Akash bisa menghindari 2 peluru yang ditembakkan Khana. Nandini lalu menghantam kepala Khana menggunakan batu besar.

Baca Juga  Sinopsis Uttaran Selasa 30 Agustus 2016 - Episode 345

Nandini : Kau ingin membunuh Akash? !! Nandini memukul kepala Khana sekali lagi.

Nandini : Kau ingin membuat Rani ku menjadi anak yatim? !!

Akash : Nandini!Berhenti!

Nandini terus memukul kepala Khana walaupun kepalanya sudah mengeluarkan banyak darah. Akash akhirnya melepaskan batu tersebut dari tangan Nandini tapi Khana sudah meninggal dunia.

Meethi menunggu Akash dan Nandini di koridor rumah sakit.

Meethi : Kenapa mereka belum juga kembali?

Seorang suster kemudian berlari kearah Meethi.

Suster : Suamimu berkelahi dengan seseorang diluar.

Meethi : Suamiku? Dengan siapa?

Suster : Aku gak tau. Polisi juga sudah datang.

Meethi berlari keluar menyusul Akash.

Meethi : Akash? !

Meethi shock melihat Khana yang terbaring di tanah bersimbah darah.

Polisi : ia sudah tiada.

Inspektur berjalan mendekati mereka.

Inspektur : Siapa yang telah membunuhnya?

Akash : Khana ingin membunuhku, Nandini menyerangnya untuk menghentikannya. Jika ia gak melakukannya, maka aku yang akan mati.

Meethi shock mendengarnya.

Inspektur : Apapun yang terjadi, aku harus menahannya.

Meethi : Nandini, ini. . kenapa kau melakukannya?

Nandini : Aku memenuhi janjiku pada Rani. gak ada yang bisa membunuh Akash selama aku masih hidup.

Meethi : Setidaknya fikirkan nasib Rani.

Nandini : gak ada yang perlu kucemaskan, Rani bersamamu. Kau, Akash dan ibu ada bersamanya. Aku harus menebus dosa2ku, sekarang aku sudah menebusnya.

Polisi wanita memasang borgol ditangan Nandini.

Meethi : Nandini, jangan khawatir, Akash akan melakukan sesuatu!

Polisi wanita : Ayo!

Nandini dibawa ke kantor polisi.

Meethi : Akash, kita harus melakukan sesuatu. Nandini gak bersalah dalam hal ini.

Akash : Aku tau itu. Kau jaga Rani, aku akan pergi ke kantor polisi bersama pengacaraku. Aku akan melakukan sesuatu dan membebaskan Nandini dari penjara. Kumohon tetaplah disini.

Ekadish sedang menjaga Rani sendirian.

Rani : Nenek, ibu Meethi dimana?

Ekadish : ia akan segera kembali.

Rani : Nenek, aku ingin pulang.

Ekadish : Aku akan membawamu pulang setelah dokter mengizinkan.

Rani : Aku baik-baik saja. Aku akan menjaga kalian semua setelah sampai di rumah. Chameli juga sudah berubah dari dalam lubuk hatinya. ia gak akan melakukan kesalahan lagi sekarang.

Pengacara Akash berusaha menjelaskan kejadian yang sebenarnya kepada Inspektur.

Inspektur : Aku mengerti, tapi ini tetaplah kasus pembunuhan. Aku harus bicara dulu dengan saksi mata.

Akash : Khana sempat melepaskan beberapa tembakan kearahku. Jika Nandini gak datang & menyelamatkanku tepat waktu, maka peluru berikutnya akan mengenai tubuhku.

Inspektur : Kau bisa membayar uang jaminan di pengadilan, tapi akan sulit utk memanggilmu.

Akash : Aku akan bayar uang jaminan, bisakah aku bertemu dengan Nandini?

Inspektur : Tdk bisa. Kami harus mendengarkan pernyataannya terlebih dahulu.

Akash tertegun, ia bicara dlm hati, “Apa yang harus kukatakan pada Rani jika ia menanyakan Nandini? “. Gomti melakukan ritual kepulangan Rani, Rani kemudian berlari dan bersembunyi dibalik sofa.

Ekadish : Hei, apa yang kau lakukan?

Rani : Aku dan Chameli biasa bermain petak umpet seperti ini. Lihat saja, waktu ia pulang ia akan mencariku dan berkata, “Dimana Rani kuuu? “.

Meethi & Akash saling bertukar pandang, Meethi lalu berjalan mendekati Rani.

Meethi : Rani, berdirilah. Mulai sekarang dan seterusnya kumohon jgn panggil ibumu Chameli. Namanya adlh Nandini. Panggil ia Ibu Nandini.

Rani : Baiklah. Aku akan memanggilnya ibu Nandini. Ayo kita cari dia.

Meethi : Saat ini aku gak bisa mempertemukanmu dengannya. ia pergi utk melakukan beberapa pekerjaan.

Rani : Tapi aku sdh memaafkannya.

Meethi : Nandini meninggalkan rumah ini memikirkan kebaikanmu. Jgn cemas memikirkannya. ia sangat menyayangimu, ia ingin memberikan kebahagiaan utkmu, ia ingin kau bersekolah & belajar yang rajin.

Baca Juga  Sinopsis Uttaran Antv Episode 501

Rani : Apakah ibu Nandini gak akan pernah kembali?

Akash : ia pasti kembali. ia bahkan akan mengirim surat & menelfonmu. ia akan datang utk memberikan berkat setelah kau tumbuh dewasa.

Meethi : Rani, ibu Nandinimu sangat baik. Apapun yang ia lakukan hari ini, ia lakukan utk dirimu. ia sangat menyayangimu, percayalah padaku.

Rani : Aku tau, tapi utk apa ia menjauh dariku?

Meethi : ia pergi jauh tp bukan berarti kau harus melupakannya. Ingatlah ia selalu karena ia adlh ibumu.

Rani : Baiklah, kalau kalian bilang begitu. Aku terima kalau yang dilakukan ibu Nandini itu benar.

Rani bicara sendiri.

Rani : Ibu Nandini, aku tau kau bisa mendengarku dimanapun kau berada. Aku akan menunggumu!

Semua orang terharu mendengarnya.

Nandini dibawa masuk kedalam sel tahanan, ia melihat seorang gadis kecil sedang menangis memanggil ayahnya, Nandini lalu bertanya kepada polisi wanita yang membawanya.

Nandini : Anak siapa itu?

Polisi wanita : Org yang kau bunuh, ia adlh anaknya.

Nandini terkejut mengetahui bahwa Khana memiliki seorang anak yang masih kecil, ia melihat seorang polisi wanita sedang berusaha menenangkan anak itu.

Polisi wanita : Ayahmu telah tiada.

Tamanna : Kau bohong! Ayahku gak boleh meninggalkanku!Beritahu ia kalau Tamannanya ada disini. Ayah, ayah, dimana kau? Bibi ini bilang kau sudah tiada.

Polisi wanita : Nak, ayahmu sdh gak ada didunia ini lagi. Beritahu aku, dimana ibumu?

Tamanna : Ibuku bersama Dewa. Ayahku adalah ibu bagiku. ia sangat menyayangiku. ia memberikan segala yang aku inginkan. Ayah, dimana kau?

Polisi wanita : Bagaimana cara menjelaskan kenyataan pahit kepada anak ini? Kedua orangtuamu sdh bersama Dewa skrg.

Nandini menangis melihat Tamanna, ia pun teringat dengan Rani.

Akash membangunkan Meethi pagi harinya.

Akash : Meethi, bangun. Sudah waktunya Rani berangkat sekolah. Kita harus segera membuat Rani menjalani hari2nya seperti biasa.

Meethi hendak berdiri dari tempat tidur, tapi Rani menggenggam erat selendangnya.

Meethi : Anak ini benar-benar nakal. Aku tau ia hanya pura-pura tidur.

Akash : Bagun Rani! Kau harus berangkat sekolah!

Meethi : Biarkan ia libur sehari saja.

Akash : gak boleh. Besok ia akan membuat alasan yang sama seperti hari ini. Bangunkan dia.

Meethi dan Akash lalu sama-sama menggelitik Rani.

Rani : Jangaaaan. Hahaha.

Ekadish mengejar Rani yang berlarian didalam rumah dan memberikan ponsel kepadanya.

Akash : Ayo Rani!

Akash melihat ponsel ditangan Rani, ia tau ponsel itu pemberian Ekadish.

Akash : Ibu terlalu memanjakan Rani. Belum waktunya ia menggunakan ponsel.

Ekadish : Aku memberinya untuk berjaga2.

Meethi memberikan segelas jus kepada Rani.

Akash : Ayo Rani.

Rani : Ayo ibu Meethi, antar aku ke sekolah.

Meethi : Tdk bisa nak. Lihat, kakiku masih sakit.

Rani : Baiklah, tapi ibu harus mengantarku ke sekolah kalau sudah sembuh. Janji!

Rani memeluk Meethi lalu berangkat bersama Akash.

Ekadish : Menantu, kakimu masih sakit?

Meethi : Sebenarnya aku mendapat telfon dari Nandini. ia ingin aku menemuinya. Baca Selanjutnya Sinopsis Uttaran Terakhir di Antv Minggu 18 September Part 2

Update Sinopsis di Facebook
| Kumpulan Sinopsis Anak Jalanan
| Sinopsis Anugerah Cinta
| Sinopsis Ashoka
| Sinopsis Lonceng Cinta
| Sinopsis Mohabbatein
| Sinopsis Thapki

loading…

Baca selengkapnya:

Sinopsis Uttaran Terakhir Di Antv Minggu 18 September Part 4
Sinopsis Uttaran Terakhir Di Antv Minggu 18 September Part 4
Sinopsis Uttaran Terakhir di Antv Minggu 18
Sinopsis Uttaran Terakhir Di Antv Minggu 18 September Part 3
Sinopsis Uttaran Terakhir Di Antv Minggu 18 September Part 3
Sinopsis Uttaran Terakhir di Antv Minggu 18
Sinopsis Uttaran Terakhir Di Antv Minggu 18 September Part 2
Sinopsis Uttaran Terakhir Di Antv Minggu 18 September Part 2
Sinopsis Uttaran Terakhir di Antv Minggu 18
Sinopsis Uttaran Rabu 21 September 2016 – Episode 417
Sinopsis Uttaran Rabu 21 September 2016 – Episode 417
Sinopsis Uttaran Rabu 21 September 2016 –
Baca juga×

Top