Sinopsis Anandhi Sabtu 24 Desember – Episode 284

dalam Anandhi

Sinopsis Anandhi Sabtu 24 Desember - Episode 284

Sinopsis Anandhi Sabtu 24 Desember – Episode 284. Shamer Bhai datang ke Haveli. Mereka menyambut dia. Jagya memperkenalkan keluarganya untuk Shamer Bhai. ia bilang aku tak tahu bahwa aku akan datang begitu cepat. ia bercerita tentang satu masalah petani di Jaitsar. Dadisaa mengatakan, kamu tampaknya lebih berpengalaman. Jagya akan terkesan dengan dia. Sumitra mengatakan, ia akan membawa teh dan sarapan. Shamer Bhai mengatakan, saya minum dan makan lebih sedikit. Bhairov bertanya, bagaimana kamu mengatur untuk makan lebih sedikit.

Dia mengatakan, salah satu harus makan lebih sedikit sehingga orang lain bisa makan itu. Dadisaa mengatakan, kamu mengatakan hal yang benar. Saya akan mencoba untuk berjalan di jalan ini. Shamer Bhai meminta ia untuk membebaskan jiwanya dari masa lalu. Dadisaa bertanya, apa yang kamu maksud? Shamer Bhai mengatakan, kamu dapat memberitahu kami lebih baik apa yang mengganggu kamu. ia mengatakan, saya bisa membaca wajah seseorang. ia memberinya beberapa perekam dengan mantra. Shamer Bhai mengatakan, saya akan tinggal di Jaitsar selama beberapa hari. Jagya mengundang ia ke rumah sakit itu. Shamer Bhai daun. Sumitra mengatakan, ia orang yang sangat spiritual. Dadisaa melihatnya. Saachi bertanya Vivek, apa yang kamu pikirkan? Saat itu Suman datang ke Vivek dan mengatakan aku tak tahan jika kamu meninggalkan kami saat ini. ia meminta Saachi untuk membuat Vivek memahami bahwa Saurabh adiknya dan anaknya. ia mengatakan, saya tak bisa jauh dari anak-anak saya. Keduanya anak-anak saya. ia mengatakan Saachi bahwa ia melihat bahwa ia telah pindah dan mencoba untuk menyatukan keluarga. ia meminta Vivek untuk melupakan masa
lalu dan melanjutkan. Vivek melihat ibunya. ia bertanya, apakah aku salah? ia gudang air mata palsu dan pergi.
Vivek meminta Saachi, kamu benar-benar ingin melupakan masa lalu atau Maa ingin memaksa kamu untuk melupakannya. Saachi mengatakan, saya tak bisa melupakannya, tapi maa ingin hidup dengan anaknya. Vivek mengatakan, kita akan hidup dari rumah ini. Saachi mengatakan, saya tak ingin hubungan kita istirahat dengan ibu dan ayah. Saya tahu saya pikir saya harus menghadapi Saurabh beberapa hari. Saurabh adalah ketakutan terbesar saya, saya ingin menghadapinya dan keluar. Vivek meminta ia untuk tinggal dengan orangtuanya sampai Saurabh ada di rumah. Saachi mengatakan, saya akan memberitahu kamu, tapi tak sekarang. Mereka memeluk. Jagya mendapat sambutan hangat oleh staf rumah sakit. Jagya memberikan pidato dan mengatakan saya Dr. Jagdish tua. Saya akan mencoba untuk memenuhi tanggung jawab baru. Lal Singh mengatakan, saya sangat bangga padanya. Saya telah melihat ia dari masa kecilnya. Ia telah mencapai posisi ini dengan kerja keras dan dedikasi. Saya bangga padanya. Jagya pelukan Lal Singh. Suman mengatakan rencananya untuk Saurabh dan mengatakan kepadanya bagaimana ia terjebak Saachi dengan kata-katanya. Saurabh mengatakan, itu adalah giliran saya sekarang. Aku akan membalas dendam darinya. Saya menunggu Vivek Bhaiyya untuk pergi ke kantor. Suman meminta ia untuk berhati-hati dengan perbuatan nya. ia meminta ia untuk tak melakukan apa-apa dengan Saachi. Saurabh mulai mengepak tas dan mengatakan saya akan pergi ke Penjara. ia mengatakan, ia menghancurkan hidupku. Aku datang untuk membalas dendam di sini. Saya tak tertarik saw bahu balas dendam. Saya ingin membalas dendam besar darinya. Apakah kamu tak ingin ia menangis. Suman mengatakan, aku ingin ia pergi dari kehidupan Vivek ini. Aku akan membuat ia pergi dari dunia ini. ia mengatakan, saya akan pergi dekat ia dan membuatnya merasa buruk. Suman mengatakan, saya siap untuk melakukan apa yang kamu katakan. Jangan tinggalkan aku. Saurabh mengatakan, hanya melihat apa yang saya lakukan dengan Saachi. Aku akan membuat Vivek Bhai merasa bahwa Saachi tak lupa saya bahkan setelah menikahinya. ia mengatakan, setelah Vivek yakin maka ia akan merusak Saachi. Jagya berbicara dengan Ganga. Ganga berhenti ia dan mengatakan saya ingin berbicara dengan kamu tentang Dadisaa. ia mengatakan kepadanya bahwa Dadisaa telah melihat darah di tangannya. Shamer Bhai mendengarkan mereka diam-diam. ia mengatakan, aku mendengar suaranya dan mengatakan segalanya. ia mengatakan, Dadisaa tak bisa melupakannya. Jagya mengatakan, kita harus melakukan sesuatu. Saya akan berbicara dengan psikiater. Ganga melihat seseorang mendengar percakapan mereka dan keluar. ia melihat Shamer Bhai pergi. ia bertanya-tanya mengapa ia meninggalkan tanpa bertemu Jagya. Baca Selanjutnya Sinopsis Anandhi Minggu 25 Desember – Episode 285

Baca Juga  Sinopsis Anandhi Rabu 10 Mei - Episode 421
Sinopsis Anandhi Antv Episode 984
Sinopsis Anandhi Antv Episode 984
loading… Sinopsis Anandhi Antv Episode 984. Anandi
Sinopsis Anandhi Antv Episode 983
Sinopsis Anandhi Antv Episode 983
loading… Sinopsis Anandhi Antv Episode 983, Jagya
Sinopsis Anandhi Antv Episode 982
Sinopsis Anandhi Antv Episode 982
loading… Sinopsis Anandhi Antv Episode 982. Jagya
Sinopsis Anandhi Antv Episode 981
Sinopsis Anandhi Antv Episode 981
loading… Sinopsis Anandhi Antv Episode 981. Anandi
Baca juga×

Top